Home BERITA LOKAL BERITA LOKAL LONG LIFE EDUCATION BAGI MASYARAKAT PEGUNUNGAN BINTANG
LONG LIFE EDUCATION BAGI MASYARAKAT PEGUNUNGAN BINTANG

Yogyakarta-Komnews, Badan Pengurus Harian dan Anggota Komunitas Mahasiswa Pelajar Aplim Apom Koordinator Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan diskusi bersama dalam rangka memaknai Hari Pendidikan Nasional dengan Tema “Long Life Education Masyarakat Pegunungan Bintang. Dengan merujuk pada thema nasional yaitu “Percepat Pendidikan yang Merata dan Berkualitas”.

Dalam diskusi ini dihadiri oleh Wakil Sekjend KOMAPO, Teresia M. Uropka, sekretaris KOMAPO, Wilem Jaden Sipka dan BPH dan anggota KOMAPO Korwil DIY berjumlah 16 orang. Diskusi yang berlangsung di Valley Bambu, Wisata Kuliner Kampung Pringwulung,Yogyakarta ini mulai pada pukul 16:50 sampai dengan 21:00 WIB.

Diskusi yang dipimpin oleh Ketua Korwil Yogyakarta, Richardson Yawalka ini terdiri dari dua sesi yaitu Pemutaran Video Papuan Voices yang mengisahkan tentang Sekolah Papua, dan sesi kedua dilakukan diskusi bebas tentang pendidikan di Pegunungan Bintang.

Dalam diskusi ini diawali oleh Anike Hipyan salah mahasiswi yang menekuni dibidang pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, dalam menanggapi persoalan pendidikan di Pegunungan Bintang pada dasarnya dibiasakan untuk pendidikan dasar dapat diberikan dari keluarga atau orang tua. Karena proses perkembangan siswa baik dari aspek kognitif, afektif maupun psikomotorik dimulai dari keluarga terutama orang tua siswa. Beberapa hal yang menjadi dasar untuk siswa berkembang adalah mengajarkan anak untuk membaca, menulis dan berhitung serta kurang adanya penyedian fasilitas yang memadai.

Menurut Anselina Uropmabin, mahasiswa yang mahasiswi yang menekuni dibidang pendidikan agama katolik di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta mengatakan bahwa pendidikan adalah tanggungjawab bersama dimulai dari keluarga, sekolah dan pemerintah.

Menurut Kristianus Talmomkesan, cara mengajar guru terhadap siswa diharapkan untuk lebih mendekatkan diri kepada siswa. Karena cara mengajar guru dahulu sampai sekarang secara psikologis siswa mendapat tekanan sehingga sulit memahami. Ia mencontohkan dengan pengalaman pribadi waktu menjadi siswa bahwa guru selalu mendominasi siswa. Padahal, misalnya tugas yang diberikan oleh guru terhadap siswa bila tidak dikerjakan tidak harus memberikan sanksi tetapi membantu siswa untuk mengerjakannya.

Menurut Ferdinandus Bamulki, pendidikan dari sudut pemerintah, bahwa pertama-tama harus rekontruksi nilai dan norma, karena pendidikan dimaknai sebagai proses sehingga pendidikan adalah salah satunya tanggungjawab pemerintah. Karena proses pendidikan pada dasarnya adalah proses memanusiakan manusia. Pendidikan yang dibangun adalah pendidikan kontekstual berbasis kearifan local atau pendidikan berbasis budaya. Pembangunan pendidikan di Papua pada umumnya belum ada regulasi yang mengatur dengan baik. Pemerintah daerah kabupaten harus ada penyediaan unit pelaksana teknis bidang pendidikan oleh dinas pendidikan. Dengan demikain sehingga mahasiswa harus menyuarakan terus.

Menurut Yulia Opki pendidikan sangat luas bukan hanya disekolah saja, karena proses pendidikan itu dapat dilakukan sejak lahir sampai usia lanjut. Misalnya makan, minum dan mengikuti berbagai pelatihan itu juga proses belajar.

Agustinus Uropka pendidikan pada dasarnya dibagi menjadi 2 bagian, yaitu pendidikan formal dan nonformal. Pendidikan konteks Pegunungan Bintang lebih menekankan berbagai sudut pandang. Mulai dari Pendidikan, Pendidikan Kesehatan, Pendidikan Politik dan Pendidikan Ekonomi. Konteks pendidikan harus melalui kebijakan yang tepat sehingga mencapai sasaran,

Dengan demikian sehingga long life education merupakan Pengertian Pendidikan sendiri, menurut  Plato yang mengemukakan bahwa pendidikan adalah proses yang dilakukan seumur hidup (life-long) yang dimulai dari seorang lahir hingga kematiannya, yang membuat seorang bersemangat dalam mewujudkan warga Negara yang ideal dan mengajarkannya bagaimana cara memimpin dan mematuhi yang benar.

Plato menambahkan dalam pengertian pendidikan, bahwa pendidikan tidak hanya menyediakan ilmu pengetahuan dan kemampuan, akan tetapi nilai pelatihan insting membina tingkah laku dan sikap yang benar. Pendidikan yang sejati (True education)   akan memiliki kecenderungan besar dalam membentuk manusia yang beradap dan memanusiakan manusia dalam hubungan bermasyarat dan mereka berada dalam perlindungannya.

Konsep pendidikan seumur hidup merumuskan suatu asas bahwa pendidikan adalah suatu proses yang terus-menerus (kontinu) dari bayi sampai meninggal dunia.

Berdasarkan hasil diskusi, Korwil Yogyakarta merekomendasikan kepada para pemangku kepentingan untuk:

1. Pemerintah daerah harus Kabupaten Pegunungan Bintang harus menyediakan UPT (Unit Pelaksana Teknis) untuk menyelenggarakan pendidikan berbasis budaya

2. Untuk mahasiswa KOMAPO diwajibkan melakukan tiga hal : Membaca, Menulis dan Diskusi (MMD).

3. Metode Pendidikan yang harus dilakukan dengan cara pendekatan personal antara guru dan siswa di Pegunungan Bintang

4. Pendidikan Berbasis Adat

5. Sekolah bertaraf nasional harus dibangun di satu wilayah di Pegunungan Bintang

6. Pos anggaran pendidikan diatur diluar sistem pemerintahan berdasarkan kurikulum local (Rancangan Kurikulum BerdasarkanVersi Pegunungan Bintang)

7. PERDA khusus untuk mata pelajaran berbasis budaya

8. Menyediakan Jaringan Internet didistrik tertua di wilayah Pegunungan Bintang (Setiap Sekolah)

9. Mendukung Front Peduli Pembangunan Rakyat PegununganBintang

10. Setiap Sekolah Harus Ada Perpustakaan Mini

11. Membangun budaya Baca, Menulis dan Berdiskusi (setiap mahasiswa KOMAPO)

12. Membangun Sekolah pendidikan Kontekstual

Ditulis oleh Isak Kalka

Share
 


Copyright by KOMAPO.