Home BERITA NASIONAL
GEMPA 5,6 SR GUNCANG DELISERDANG SUMATRA UTARA

Medan-Komnews, Gempa berkekuatan 5,6 SR mengguncang kota Medan hingga warga berhamburan Selasa, (17/01/17). Informasi Badan Metrologi dan Geofisika (BMKG) Medan Sumatra Utara, pusat gempa yang pertama berada di 23 Barat Daya Kabupaten Deliserdang, 3.24 Lintang Utara dan 98, 59 Bujur Timur.

Dilansir BeritaSatu.com, sejumlah rumah warga di Kabupaten Deliserdang dan Kota Medan-Sumatra Utara rusak akibat gempa dua kali masing-masing pukul 19.42 WIB dengan kekuatan 3,9 Skala Richter, dan pukul 9.42 WIB berkekuatan 5,6 SR.

Read more...
 
PMKRI CABANG YOGYAKARTA KAWAL KASUS PAPA MINTA SAHAM

Yogyakarta-Komnews, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Yogyakarta turun jalan walaupun hujan gerimis membasahi kota Yogyakarta pada Sabtu(12/12/2015). Hujan tidak menjadi kendala bagi para aktivis muda ini untuk menyuarakan permasalahan bangsa dan Negara. PMKRI mengecam proses yang sedang berlangsung tentang kasus “ Papa Minta Saham” di Majelis Kehormatan Dewan, karena terkesan keluar dari subtansi persoalan yang sedang menjerat ketua DPR Setya Novanto yang di nilai telah melanggar etika.  Aksi ini mulai dari sekretariat PMKRI menuju Tugu Yogyakarta,

Read more...
 
WAW! KASUS KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DI INDONESIA TERNYATA TERTINGGI DI PAPUA

Yogyakarta-Komnews, Papua dikenal dengan nama Bumi Cenderawasih atau Surga Ke Kecil Yang Jatuh Ke Bumi. Juluhkan ini benar adanya, pasalnya daerah ini memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah dan tidak dimiliki oleh belahan dunia manapun, sumber daya alam yang terkenal yakni ada gaharu, emas, uranium, gas, minyak bumi, beragam jenis biota laut, panorama pegunungan yang sangat indah, dsb, namun kehidupan manusia Papua tidak sebanding dengan kekayaan sumber daya alam tersebut. Banyak korban berjatuhan dimana-mana akibat keegoisan, apatisme, konsumerisme , irihati dan kecerobohan.

Read more...
 
TIDAK MENANDATANGANI KESEPAKATAN DAMAI IMIPA-SULUT

“Proses rekonsiliasi” paska bentrokan dinilai tergesah-gesah dan dipaksakan sepihak oleh pemerintah provinsi sulawesi utara.


Manado-Komnews, Sejak peristiwa pada tangal 19 oktober 2014, gubenur menfasilitasi masyarakat tataaran tondano dan IMIPA Sulut untuk melakukan langkah rekonsiliasi pada tanggal 23 oktober 2014, semuanya di atur sangat rapi, pada tanggal 22 Oktober 2014, malam sekitar jam 21.00 wita, KESBANG SULUT menelepon ketua IMIPA SULUT (Yemto Tabo), menyampaikan Undangan tersebut.

Pada pagi hari sekitar jam 08.00 wita, undangan fisik dari Pemerintah Provinsi SULUT di berikan ke sekertariatan IMIPA SULUT. Tiga jam kemudian, pada jam 10.00 wita, Polda menyiapkan kendaraan (DALMAS) sebanyak 2 unit, dikawal dengan anggota kepolisian berseragam lengkap, para polisi bersiap di depan asrama Kamasan V Manado untuk mengakomodasi Mahasiwa (Badan pengurus IMIPA-SULUT) ke UNIMA tondano. Tepat jam 11.00 wita, pada siang itu kendaraan mulai beriringan menuju Tondano, tidak melewati jalan tempat TKP namun melewati jalan Boulevard-Tondano kemudia ke arah timur menuju Gedung AULA FIS UNIMA. Kesibukan di gedung tersebut terlihat rapi dan terisolir karena di jaga dengan aparat keamanan super ketat.

Read more...
 
SIKAP KORPORAT DARI FREEPORT INDONESIA HINGGA GAS TANGGUH PAPUA BARAT

Jakarta-Komnews, Hadirnya perusahaan Indonesia maupun asing di bumi cenderawsih membuat segala isi bumi, segala yang baik dan kurang baik, segala ciptaan-Nya hilang sekejab dari kehidupan dari bumi itu. Mengenal Papua tidak lain adalah mengenal hasil bumi, sehingga orang orang sering mengatakan kami bukan butuh Mas Papua, tapi emas Papua. Kami bukan butuh manusia Papua, tapi hasil bumi Papua.

Memang benar.Itu yang terjadi, bukan verbalisme tapi aksi nyata.Mereka datang, semua hilang.Cerita dari MIFFE, illegal loging, perusahaan kelapa sawit, perusahaan Sagu, Freeport, Gas Tangguh hingga perusahaan skala kecil yang merekrut segala isi bumi yang tentunya diperuntukan bagi rakyat setempat.

Hadirnya Freeport Indonesia di Bumi cenderawasih Papua Barat, Indonesia tahun 1967 menuai berbagai kontropersi dan menelan korban bagi masyarakat pribumi.Indonesia dan Amerika memulai operasi Freeport kurang lebih 47 tahun lebih (setengah abad).Berbagai jenis hasil bumi seperti emas, tembaga, nikel, uranium telah ambil dan dibawa ke Amerika.

Read more...
 
« StartPrev12345NextEnd »

Page 1 of 5


Copyright by KOMAPO.