Home ARTIKEL EKONOMI
PROBLEM DAN PENGUATAN SEKTOR PERTANIAN

Oleh Isak Bofra

Indonesia di kenal sebagai Negara agraris, sehingga sektor ini memainkan peran yang sangat penting di Negeri ini. Sebutan sebagai Negara agraris memiliki landasan sosiologis yang objektif, karena merupakan Negara kepulauan yang mayoritas penduduknya tinggal di perdesaan. Dan mengantungkan hidupnya pada sekor primer terkhususnya pertanian. Hal ini dapat di lihat kembali pada perjalanan bangsa ini, yang selalu bersentuhan dengan pertanian, sebagai penyokong utama kelangsungan kehidupan masyarakat Indonesia. Maupun dalam konteks masa penjajahan, ketika Indonesia masih berada kolonialisme Belanda maupun Jepang, yang menjadikan sektor pertanian sebagai skala prioritas untuk menanam segala berbagai jenis komoditi yang memiliki nilai ekonomis, untuk di ekspor ke Negara asal seperti kakao, cengkeh, tebu, teh, kopi, maupun beras dan sawit.

Read more...
 
MEA PELUANG ATAU ANCAMAN BAGI PAPUA

Penulis: Ishak Bofra

Ekonomi Politik ibarat musuh dan kawan dalam percaturan peradaban di berbagai negara bangsa dewasa ini, tidak mengherankan ketika  politik berselingkuh dengan ekonomi maka anak haram yang dihasilkan akan mewujud menjadi ketidakadialan ,keseremautan, kemelaratan, kelaparan, kemiskinan, dan tidak memiliki akses untuk menunjang setiap aktivitas  individu, bangsa, negara untuk menampakan otonomi mereka sebagai manusia yang harus di hargai dan diberi ruang untuk berkembang tetapi itu dibungkan dalam akumulasi kepentingan personal, kelompok, bahkan negara yang ikut untuk melegalkan  ketidakadialan tersebut.

Pertanyaanya kemudian adalah mungkinkan itu akan  terjadi pada Masyarakat Economic Asean ( MEA ) ataukah tidak? Kita akan melihat ke depan bagaimana dinamikanya. Masyarakat Economic Asean  yang pada awalnya akan di terapkan pada tahun 2020, tetapi melihat dinamika perekonomian Cina dan India yang mempunyai pertumbuhan ekonomi yang  menunjukan treen positif dan menjadi pesaing utama Amerika. Sehingga dalam pertemuan  Aseean cebu filipinan pada 2007 dan pertemuan Asean charter 2008 oleh pimpinan Asean telah  disepakati untuk di percepat menjadi  tahun 2015.

Read more...
 
PAPUA SURGA YANG HILANG


Penulis: Ishak Bofra


Surga secara teologial adalah kehidupan akhiran yang baik oleh karena itu kehidupan di bumi harus di jalankan sesuai dengan perintah dan ajaran Tuhan, dan tidak terlepas. Esensi surga adalah ketika manusia tidak di korbankan oleh kepentingan segelintir orang untuk mengeruk kekayaan bagi individu, kelompok, Negara untuk kemakmuran dan kesejanteraan mereka. Tetapi rakyat kecil dikorbankan untuk menanggung semua penderitaan hidup ini. Namun pada konteks ini saya tidak membicarakan surga karena itu adalah wewenang rohaniwan baik pendeta/pastor dan haji.

Secara teologi surga adalah urusan manusia dengan Tuhan. Tetapi yang akan coba kita lihat bersama adalah bahwasanya ada suatu bangsa yang kehidupan_nya dirusak oleh komprador kapitalisme berselingkuh dengan rezim Negara Indonesia untuk mengahancurkan surga di tanah Papua.

Surga menurut pandangan saya adalah alam papua karena kehidupan rakyat papua diberikan oleh Alam, sehingga rakyat Papua sangat menghargai alam. Alam menyediakan makanan bagi rakyat Papua yaitu babi, burung, ikan di kali, soa-soa, tikus hutan, buaya, kus-kus, rusa. Ini semua disediakan bagi rakyat Papua.

Read more...
 
MAHASISWA ASING MENINGKATKAN INOVASI AS

Mahasiswa asing mendapatkan gelar doktor mereka di Amerika Serikat dapat membantu merevitalisasi inovasi dan pertumbuhan ekonomi . Sebuah studi baru mengatakan AS harus membuat lebih mudah bagi siswa tersebut untuk masuk dan tetap berada di negara itu.

Tiga ekonom mengumpulkan data tentang kontribusi yang diberikan oleh mahasiswa asing . Tim ini dipimpin oleh Keith Maskus , profesor ekonomi di University of Colorado di Boulder .

"Ketertarikan saya waktu yang cukup lama setelah 11 September 2001 . Salah satu reaksi itu adalah bahwa Amerika Serikat memutuskan untuk jangka waktu sekitar dua atau tiga tahun untuk membuat jauh lebih sulit bagi siswa dari daerah tertentu di dunia untuk masuk ke Amerika Serikat dan
mengambil program studi pascasarjana , khususnya dalam sains dan teknik . "
Dia mengatakan , pada saat itu , banyak orang di Washington dan di universitas memperingatkan bahwa kebijakan akan menghambat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi .
" Dan saya pikir, yah , itu sangat menarik , tapi apakah kita benar-benar tahu apakah itu benar ? "
Jadi Maskus , bersama dengan Ahmed Mushfiq Mobarak dari Yale dan Eric Stuen dari University of Idaho , mengumpulkan banyak data .
Jadi apa yang kita lakukan adalah mendapat data individu
dengan rinci pada level cukup banyak siswa - siswa lebih 750,00 , pada kenyataannya - yang datang untuk mendapatkan Ph.D. di 100 universitas ilmu dan rekayasa di Amerika Serikat dari akhir 1970-an ke 1990-an . Dan kami memiliki informasi tentang di mana mereka berasal, [ termasuk ] status visa mereka , apa daerah mereka menulis disertasi mereka dan, tentu saja , di mana universitas, " katanya .

Read more...
 
HAK MILIK TANAH DI PEGUNUNGAN BINTANG BELUM DIATUR DENGAN BAIK

Penulis: Salmon Wasini

Mahasiswa STPMD APMD Yogyakarta


Tanah adalah aset berharga yang dimiliki setiap suku bangsa di dunia, entah orang miskin atau orang kaya memiliki tanah sebagai hak ulayat yang diwariskan secara turun temurun oleh nenek moyangnya. Zaman sekarang tanah diperjual belikan untuk berbagai kepentingan. Bagi suku bangsa Papua, tanah adalah harta kekayaan yang paling utama dan terutama yang diwariskan untuk anak cucunya secara turun temurun. Tanah dibagi berdasarkan suku dan marga-marga, sehingga wajib dijaga dan kelolah untuk melangsungkan kehidupannya.

Read more...
 
« StartPrev12NextEnd »

Page 1 of 2


Copyright by KOMAPO.