Home ARTIKEL KESEHATAN
HARI KESEHATAN NASIONAL: POTRET KESEHATAN DI PEGUNUNGAN BINTANG PROVINSI PAPUA

Kajian Pustaka Sektor Kesehatan di Pegunungan Bintang

Oleh: Melkior N.N Sitokdana, S.Kom

Kondisi kesehatan merupakan bagian yang erat hubungannya dengan keberhasilan pembangunan manusia. Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, meningkatkan kualitas kehidupan, meningkatkan usia harapan hidup dan mempertinggi kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat. Untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik, maka tentu membutuhkan sistem jaminan kesehatan, fasilitas dan sumber daya manusia yang memadai. Hingga kini kondisi kesehatan di Papua sangat memprihatinkan sehingga dibutuhkan terobosan-terobasan yang tepat dan berkesinambungan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Papua. Persoalan Papua pada umumnya adalah faktor geografis sehingga aksesibilitas pendidikan dan kesehatan tidak menyentuh sampai dipedalaman Papua, diperparah dengan fasilitas dan sumber daya manusia yang sangat minim.

Read more...
 
TES KESEHATAN PRANIKAH CALON PENGANTIN SEBELUM PERNIKAHAN

Uji tes kesehatan sebelum pernikahan bagi pasangan pria dan wanita yang mau menikah sangat berguna agar ketika menikah nanti sudah terbebas dari penyakit berbahaya termasuk penyakit kelamin. Tes kesehatan pranikah sebaiknya dilakukan oleh kedua calon mempelai sebelum menikah agar dapat diketahui penyakit-penyakit organ reproduksi serta penyakit serius lain yang mungkin diidap, sehingga dapat sedini mungkin diobati.

Read more...
 
ASPEK BIOLOGIS DARI SEBUAH KEPRIBADIAN

Penulis: Isak Kalka


Kepribadian menurut Gordon W. Allport adalah suatu organisasi yang dinamis dimana individu atas sistem-sistem psikofisis yang menentukan penyesuaian dirinya yang khas terhadap lingkungannya. Maksud dinamis pada pengertian tersebut adalah perilaku yang mungkin saja berubah-ubah melalui proses pembelajaran atau melalui pengalaman-pengalaman, reward, punishment, pendidikan dsb.

Kepribadian adalah ciri, karakteristik, gaya atau sifat-sifat yang memang khas dikaitkan dengan diri kita. Dapat dikatakan bahwa kepribadian itu bersumber dari bentukan-bentukan yang kita terima dari lingkungan, misalnya bentukan dari keluarga pada masa kecil kita dan juga bawaan-bawaan yang dibawa sejak lahir. Jadi yang disebut kepribadian itu sebetulnya adalah campuran dari hal-hal yang bersifat psikologis, kejiwaan dan juga yang bersifat fisik. Menurut Cattel (1973),2 ada banyak faktor pembentuk kepribadian seseorang yang bersifat sosiokultural, tetapi yang paling berperan dan paling berpengaruh dalam membentuk tingkah laku atau kepribadian seseorang adalah keluarga. Disamping itu ada pranata-pranata lain yang patut dipertimbangkan, yaitu pekerjaan, sekolah, kelompok sebaya, agama, lingkungan dan lain-lain, yang ternyata memainkan peranan yang sama menentukannya dalam mendeskripsikan seorang individu.

Kepribadian Manusia berdasarkan Aspek Biologis

Sebenarnya berbicara tentang kepribadian manusia berdasarkan beberapa kriteria tertentu sangatlah sulit. Kendalanya terletak pada heterogenitas dan keunikan sifat manusia. Tidak ada satu manusia pun yang dapat dianggap memiliki sifat yang sama kemudian dikelompokkan berdasarkan sifat itu. Selain itu manusia bersifat dinamis dan beruba-ubah sesuai hasil belajar dan kondisi lingkungan. Meskipun ia orang kembar sangatlah sulit untuk menganggap saatu kelompok kepribadian. Ilmu pengetahuan hanya bisa melakukan pendekatan agar beberapa ciri yang agak mirip dikelompokkan menjadi beberapa kelompok kepribadian. Seperti diketahui, kepribadian adalah ciri, karakteristik, gaya atau sifat-sifat yang memang khas dikaitkan dengan diri kita. Dapat dikatakan bahwa kepribadian itu bersumber dari bentukan-bentukan yang kita terima dari lingkungan, misalnya bentukan dari keluarga pada masa kecil kita dan juga bawaan-bawaan yang dibawa sejak lahir. Jadi disebut kepribadian itu sebetulnya adalah campuran dari hal-hal yang bersifat psikologis, kejiwaan dan juga yang bersifat fisik.

Read more...
 
KARAKTERISISASI POTENSI BAHAYA: VIRUS HEPATITIS DAN HIV

Virus Hepatitis

Pada umumnya penyebab hepatitis virus adalah virus hepatitis B (VHB) dan hepatitis C. Gejala-gejala hepatitis dapat berupa rasa tidak nyaman/enak di bagian perut, mual, kehilangan nafsu makan, mudah lelah, demam, kulit kuning dan air seni yang kecoklatan. Tes darah digunakan untuk menentukan penyebab dari penyakit hepatitis tersebut dan, jika mungkin, jenis virus yang menyebabkan infeksi.

Virus Hepatitis B

Virus hepatitis B dapat ditemukan di dalam darah dan cairan/bahan tubuh seperti air mani (semen). Virus hepatitis B dapat ditularkan dari seseorang kepada orang lain melalui darah yang terinfeksi atau lewat cairan/bahan tubuh yang masuk ke dalam tubuh. Hal ini dapat terjadi sebagai berikut:

  1. melalui suntikan atau luka akibat peralatan suntik yang terkontaminasi (seperti luka karena jarum suntik atau penggunaan obat melalui intravena) atau benda tajam lainnya;
  2. melalui hubungan seksual (terutama virus hepatitis B);
  3. melalui transfusi dengan darah atau produk darah yang terinfeksi atau transplantasi dengan bahan yang terinfeksi;
  4. melalui perpindahan secara tidak langsung dari darah yang terinfeksi lewat penggunaan pisau cukur, sikat gigi dan barang-barang pribadi lainnya secara bersama-sama.
  5. melalui kontal selaput lendir (seperti percikan cairan/bahan tubuh lewat mulut, hidung, mata atau kulit yang terbuka); atau
  6. Selama masa kehamilan, persalinan dan menyusui dari ibu ke anak.

Virus hepatitis B dapat bertahan dalam darah dan cairan/bahan tubuh di luar tubuh. VHB biasanya tidak tertular melalui hubungan biasa diantara beberapa orang. Orang yang menggunakan peralatan suntik yang telah terkontaminasi memiliki risiko yang sangat tinggi untuk terinfeksi VHB. Pada tempat kerja, sebagian besar infeksi terjadi melalui penularan melaui jarum yang terkontaminasi dan benda-benda tajam lainnya di tempat kerja, atau dari kontak mukosa (seperti: percikan cairan/bahan tubuh dari mulut, hidung, mata, atau kulit yang tidak utuh).

Read more...
 
KURANGI RISIKO PENYAKIT JANTUNG DENGAN JALAN KAKI

Penyakit jantung adalah salah satu penyakit yang sering mengancam manusia. Sebenarnya, penyakit jantung dan jenis penyakit kardiovaskular lainnya bisa dicegah dengan cara yang sederhana, yakni dengan rutin jalan kaki. Hal ini juga senada dengan apa yang dikatakan Hippocrates, seorang dokter asal Yunani, “jalan kaki adalah teman terbaik manusia”. Namun demikian, untuk pengaplikasiannya dibutuhkan kesadaran dari setiap individu itu sendiri, dan ini tidak terjadi padasetiap orang.

Jalan Kaki Selama 30 Menit = Latihan Aerobik

Menurut Dr Kathryn Taubert dari World Heart Federation, kesadaran merupakan langkah awal untuk kesehatan jantung. Berjalan kaki adalah hal yang sederhana, sama sederhananya dengan menghitung asupan kalori yang kita makan, dan setiap orang seharusnya bisa melakukannya.

Sebuah survei dilakukan mengenai kebiasaan orang dewasa yang rutin jalan kaki di 6 negara yakni Inggris, Spanyol, India, China, Brasil, dan Amerika Serikat. Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa ada 55 persen orang yang melakukan jalan cepat di bawah 30 menit setiap harinya. Padahal, jalan kaki selama 30 menit sama dengan latihan aerobik yang bermanfaat dalam mengurangi risiko penyakit jantung.

Read more...
 
« StartPrev12NextEnd »

Page 1 of 2


Copyright by KOMAPO.