Home RENUNGAN
“KEBENARAN MEMERDEKAKAN BATIN” (Yoh 8:32)

(Sebuah Refleksi Persiapan memaknai Natal)

(Oleh: Kotipky Oksianus Bukega)

Kehidupan manusia adalah suatu misteri. Misteri berarti sesuatu yang belum bisa dibuktikan secara lahiria pun pula oleh akal budi manusia. Untuk membuktikan dan membuka misteri itu hanya jika manusia melepaskan dirinya dari praduga-praduga yang ada pada dirinya (batinnya). Karena dalam batin manusia itu tersimpan dan tersembunyi keterikatan yang tak bisa dibendung oleh akal budi atau intelek sekali pun. Sehingga, mengalangi manusia untuk sampai pada pengalaman pemahaman tentang misteri. Menyingung batin maka semua hal yang bersifat rohaniah dan jasmaniah mengalir dan bermuara padanya. Untuk itulah dibutuhkan “kebenaran untuk memerdekakan batin” (Yoh 8:32) yang terikat itu. Dengan melepaskan batin, manuisa sampai pada permukaan penemuan kebenaran yang memerdekaan batinya. Manusia menjadi terbebas dari batinya hanya dengan bantuan kebenaran. Karena pada kebenaran itulah yang menjadi titik akihirnya (line finish).

Read more...
 
TUJUH LANGKAH MEMBANGUN JATI DIRI

Panulis Bryan Sevianus Urwan

Percaya diri menurut kamus Longman dictionary disebut self-confident, merupakan kata sifat yang memiliki makna “ sure that you can do things well, that people likes you ,that you are attractive etc and not shy or nervous in social situation “. Di zaman ini percaya diri identik dengan PD yang dimaksudkan adalah percaya diri. Setiap orang di muka bumi ini memiliki masalah percaya diri. Banyak ahli psikolgi dan antroplogi di dunia mencoba memberikan definisi tentang apa yang disebut dengan percaya diri tadi, namun kita mengambil kesimpulan bahwa sebenarnya percaya diri atau self-confident merupakan suatu power atau kekuatan yang diberikan Tuhan kepada setiap pribadi manusia untuk menerima diri sebagai bentuk penghargaan terhadap pencipta.

Read more...
 
MENGAPA KITA HABISKAN UANG SAKU SEBELUM TANGGAL BELASAN?

Oleh Bryan Sevianus Urwan

Uang menjadi sesuatu yang bermanfaat , namun jika digunakan sembarangan uang justru menjadi akar dari segala masalah. Kebanyakan dari kita belum memahami prinsip dalam menggunakan uang sehingga sulit sekali mengontrol uang meskipun dalam jumlah besar. Masalah uang menjadi masalah yang sangat serius dalam setiap pribadi manusia dalam beberapa dekade, lebih khusus dalam kalangan mahasiswa masa kini.

Kita semua sepakat bahwa uang bukan segalanya dan bukan menjadi pusat hidup kita, tetapi alangka baiknya kita perlu memahami apa tujuan uang itu sendiri. Kita juga mengakui bahwa di dunia ini tidak ada orang yang hidup serba gratis, apalagi hidup tanpa uang. Jadi uang sebagai alat tukar ( medium of exchange ) dan sebagai alat pembayaran atau means of payment.

Read more...
 
OVERCOME THE LONELINESS AND BUILD YOUR SELF-CONFIDENCE

Wiriten by Bryan sevianus Urwan

True or false?

If you have lots of friends, you‘ll never be lonely

If you join a social network, you’ll never be lonely

If you do a lot of texting, you’ll never be lonely

If you do good things for other, you’ll never be lonely

The answer to all four statements is false. Why? Having a lot of friends, joining a social network, doing good things for others, and always texting or send to black berry messages is no guarantee that you’ll never be lonely. Sometimes we always think that we do care for our friends but they do not care for us. It will be something that may hurt. Some other people look for many friends as much as collecting the games. They have a lot of friends on facebook , black berry messenger , twitter etc . The friendship on social network should be a good as to you as lifeless. When you feel alone, you keep checking your own mobile to see if there any friends have sent you a message. When you are already in lonely and you noticed that no one has tried to contact you, that makes you feel even worse.

Read more...
 
MAU JADI MAHASISWA TUKANG TIPU-TIPU DAN KOMPROMI ATAU BERUBAH?

Oleh Bryan Sevianus Urwan

Beberapa tahun terakhir slogan “Mahasiswa Kritis” menjadi populer. Slogan ini seolah-olah membuat mahasiswa bersangkutan mendorong untuk terus menyikapi dan mengkritisi berbagai problema yang terjadi di Nusantara, mulai dari masalah di lingkungan Kampus hingga masalah umum. Masalah umum yang paling diperbincangkan mahasiswa adalah masalah korupsi, polemik Bahan Bakar Minyak (BBM), dan Kisruh Sepak Bola Tanah Air.

Mahasiswa menganggap ruang demokrasi untuk mencurahkan aspirasi mereka terbatas, tidak ada ruang untuk menyampaikan kritik, dan usulan-usulan yang membangun sehingga demonstrasi dilakukan mahasiswa di berbagai daerah. Mahasiswa sendiri mengklaim bahwa mahasiswa kritis sebagai agen perubahan (agent of change), menjadi problem solver (pemecah masalah), menjadi seorang teladan bagi orang lain, dsb. Ekpektasi–ekpektasi luhur inilah yang kemudian memotivasi mahasiswa untuk terus semakin gencar mengkritisi berbagai permasalahan, baik masalah ekonomi, keamanan, pilitik, pendidikan dan lain-lain. Harapan mahasiswa pengkritis ini yakni “mencari keadilan, kemerataan pembangunan, HAM, dan kesejahteraan ekonomi dan pendidikan.

Read more...
 
« StartPrev12345NextEnd »

Page 1 of 5


Copyright by KOMAPO.