Home SASTRA CERPEN
CERPEN
WABAH OPLOSAN

Oleh: Ishak Bofra

Sepulang jogging sore di stadion Mandala Krida, melintas sepanjang jalan raya, terlihat rambu-rambu motor memantulkan kilauan cahaya, yang terlihat indah ketika memandang dari atas gunung, sungguh indah terlihat lampu-lampu yang kadang seperti alur ular tangga yang tak beraturan bentuknya. Setiba di asramaku rebahkan tubuh di atas kursi, melepaskan lelah sejenak lalu mengambil nafas sedalam mungkin, terdengar sejenak suara di sekeliling, seolah terdengar namun tak tampak suara siapa itu.

Read more...
 
MEKU

Di tengah-tengah rerimbunan pohon dalam hutan yang lebat, aku berlari sangat kencang, mengejar buruan yang lolos dari tangkapan. Orang-orang pun berlari mengikuti arahku berlari. Hutan dalam keadaan riuh karena banyak orang dari desa-desa tetangga mencari buruan untuk upacara adat di desa mereka. Buruan ini sangat kami agungkan sebagai ritual upacara penting dalam suku kami.

Aku tidak mendapatkannya, mungkin orang lain yang akan mendapatkannya. Aku sudah lelah berlari mengejar tak henti-henti. Mungkin kelak ketika aku sudah dewasa nanti aku akan bisa mendapatkannya dalam sekali kejar.

Read more...
 
TERASING

Aku termenung di ujung alun-alun Kidul selatan, memandang gemerlapnya sudut kota ini’terbawa oleh rasa terasing, di sekitar mahluk-mahluk yang sedang di terpa rasa indahnya cinta, entah cinta pertama atau yang kesekian kalinya, terasa ada perasaan asing mengangu di otak ini, apakah kehidupan ini memang penuh tanda tanya,

Tanya yang sulit untuk di jelaskan dalam sekejap kedipan mata, hm.

Read more...
 
OBROLAN MAHASISWA

Pukul 5 sore di tahun 2015, terdengar rintihan hujan bernyanyi di atas genteng kampus, ruang 2.12, sedang ada mata kuliah agama katolik, dari pa yosef, tentang kehidupan berdampingan pluralisme, untuk saling menghargai antara umat beragama, sesi berikut tentang gender, kesetaran antara laki-laki dan perempuan, dalam hidup sebagai mahlub social di alam ini.

Saat keluar ruangan, ketika jam agama usai, rintihan hujan tetap berlari di atas genteng kampus, memberhentikan langkah kami untuk kembali ke kos, dingin mengerogoti tubuh kami, terasa tak tahan menahan derasnya aliran dinggin yang mendera tubuh ini.

Terdengar ajakan dari Zhu, bagaimana sambil menunggu hujan reda, kita menghangatkan badan di kantin basement,mungkin sambil ngobrol gtu,

Ya bagus itu, mungkin ada yang mau curhat, kebetulan hujan, biasanya musim jatuh cinta, menurut orang sih.

Read more...
 
I FOUND TWO GHOST –I ‘AM OKE

When I was in Senior High School student, I used to go to the forest every Saturday and Sunday to hunt. I like hunting polecat, birds, and other wild animals. One day, my school was free of any activities. It was bright, shiny, and beautiful day. It made me couldn’t stay home for long. I decided to go to forest alone for doing hunting.

I suddenly took my traditional gun, bow and bag, aex, matches, and some food stuffs. Then I started walking alone cheerful. I killed many birds and pigeons while I was walking on my way. I arrived soon around 4 pm.

Read more...
 
« StartPrev12NextEnd »

Page 1 of 2


Copyright by KOMAPO.