Home SASTRA CERPEN
CERPEN
HOSEA DEAL; MENGEJAR MIMPI, SEPULUH TAHUN TIDAK BERTEMU ORANG TUA

Menjadi orang yang berguna bagi orang tua, bangsa dan negara merupakan impian bagi semua orang. Namun untuk menggapai mimpi itu setiap orang pasti melewati banyak tantangan dan cobaan. Hosea Deal atau sering dipanggil Hose, selaku Sekjen Komapo Kabupaten Pegunungan Bintang memiliki kisah yang suram dalam mengejar mimpinya. 

Hose berasal dari daerah yang sangat terpencil di perbatasan antara Kabupaten Pegunungan Bintang dan Yahukimo, tepatnya di desa Marikla, Distrik Pamek. Daerah ini termasuk salah satu distrik dari Kabupaten Pegunungan Bintang yang kondisi alamnya sangat sulit. Daerah tersebut hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Antar kampung, ke pos penginjilan, ke lapangan terbang dan sekolah harus menempuh perjalanan berkilo meter.

Kondisi alam yang tidak menentu dan jarak yang cukup jauh tidak menyurutkan semangat anak-anak kampung Pamek untuk bersekolah, terbukti puluhan mahasiswa dan pelajar dari daerah ini kini mengenyam di Kota-Kota maju di Tanah Papua, bahkan di pulau Jawa.

Read more...
 
WABAH OPLOSAN

Oleh: Ishak Bofra

Sepulang jogging sore di stadion Mandala Krida, melintas sepanjang jalan raya, terlihat rambu-rambu motor memantulkan kilauan cahaya, yang terlihat indah ketika memandang dari atas gunung, sungguh indah terlihat lampu-lampu yang kadang seperti alur ular tangga yang tak beraturan bentuknya. Setiba di asramaku rebahkan tubuh di atas kursi, melepaskan lelah sejenak lalu mengambil nafas sedalam mungkin, terdengar sejenak suara di sekeliling, seolah terdengar namun tak tampak suara siapa itu.

Read more...
 
MEKU

Di tengah-tengah rerimbunan pohon dalam hutan yang lebat, aku berlari sangat kencang, mengejar buruan yang lolos dari tangkapan. Orang-orang pun berlari mengikuti arahku berlari. Hutan dalam keadaan riuh karena banyak orang dari desa-desa tetangga mencari buruan untuk upacara adat di desa mereka. Buruan ini sangat kami agungkan sebagai ritual upacara penting dalam suku kami.

Aku tidak mendapatkannya, mungkin orang lain yang akan mendapatkannya. Aku sudah lelah berlari mengejar tak henti-henti. Mungkin kelak ketika aku sudah dewasa nanti aku akan bisa mendapatkannya dalam sekali kejar.

Read more...
 
TERASING

Aku termenung di ujung alun-alun Kidul selatan, memandang gemerlapnya sudut kota ini’terbawa oleh rasa terasing, di sekitar mahluk-mahluk yang sedang di terpa rasa indahnya cinta, entah cinta pertama atau yang kesekian kalinya, terasa ada perasaan asing mengangu di otak ini, apakah kehidupan ini memang penuh tanda tanya,

Tanya yang sulit untuk di jelaskan dalam sekejap kedipan mata, hm.

Read more...
 
OBROLAN MAHASISWA

Pukul 5 sore di tahun 2015, terdengar rintihan hujan bernyanyi di atas genteng kampus, ruang 2.12, sedang ada mata kuliah agama katolik, dari pa yosef, tentang kehidupan berdampingan pluralisme, untuk saling menghargai antara umat beragama, sesi berikut tentang gender, kesetaran antara laki-laki dan perempuan, dalam hidup sebagai mahlub social di alam ini.

Saat keluar ruangan, ketika jam agama usai, rintihan hujan tetap berlari di atas genteng kampus, memberhentikan langkah kami untuk kembali ke kos, dingin mengerogoti tubuh kami, terasa tak tahan menahan derasnya aliran dinggin yang mendera tubuh ini.

Terdengar ajakan dari Zhu, bagaimana sambil menunggu hujan reda, kita menghangatkan badan di kantin basement,mungkin sambil ngobrol gtu,

Ya bagus itu, mungkin ada yang mau curhat, kebetulan hujan, biasanya musim jatuh cinta, menurut orang sih.

Read more...
 
« StartPrev12NextEnd »

Page 1 of 2


Copyright by KOMAPO.